MATEMATIKA CERIA
“Islam mengajarkan, berpikir adalah ibadah; matematika adalah salah satu jalannya.”
fathani.com. – Anak-anak zaman sekarang sejak kecil sudah akrab dengan gawai, permainan digital, bahkan video berbasis kecerdasan buatan (AI). Mereka belajar cepat lewat layar sentuh, suara, dan gambar bergerak. Namun di balik semua itu, ada satu hal yang tidak boleh terlupakan: matematika. Bukan sekadar soal angka, tetapi cara berpikir.
Belajar matematika sebenarnya sudah dimulai sejak anak usia dini. Saat mereka menghitung langkah menuju sekolah, menyusun balok agar tidak jatuh, atau memilih kue mana yang lebih banyak, itu semua adalah latihan berpikir matematis. Jadi, matematika hadir bukan hanya hadir di buku pelajaran, tetapi juga muncul dalam setiap aktivitas sehari-hari.
Teknologi berbasis AI bisa membuat belajar matematika lebih menyenangkan. Misalnya, aplikasi berhitung dengan karakter hewan lucu, permainan mencari pola warna, atau robot kecil yang bisa diprogram berjalan maju-mundur. Anak belajar logika dan pola sambil tetap bermain. Inilah yang membuat belajar terasa ceria.
Islam pun menekankan pentingnya berpikir. Al-Qur’an menyebutkan, “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian siang dan malam terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal” (QS. Ali Imran: 190). Pola alam semesta mengajarkan bahwa berhitung dan berpikir adalah bagian dari mengenal kebesaran Allah swt.
Orangtua dan guru punya peran penting untuk menjembatani dunia digital dengan pengalaman nyata. Setelah anak belajar menghitung lewat aplikasi, ajak mereka menghitung buah di meja, mencari bentuk segitiga di rumah, atau menata sendok-garpu sesuai jumlah anggota keluarga. Dari situ, matematika tidak terasa menakutkan, melainkan akrab dan menyenangkan.
Matematika ceria berarti menghadirkan logika dalam suasana gembira. Kita tidak ingin anak hanya bisa menjawab soal, tetapi juga mampu bernalar, bertanya, dan menemukan pola dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, teknologi AI bukan menggantikan peran belajar, melainkan menjadi sahabat yang membantu.
Akhirnya, belajar matematika sejak dini bukan sekadar menyiapkan anak bisa berhitung cepat. Lebih penting, anak tumbuh menjadi pribadi yang kritis, kreatif, dan ceria. Karena pada dasarnya, matematika adalah tentang belajar memahami dunia, dengan hati yang gembira dan pikiran yang terbuka.[ahf]
Posting Komentar untuk "MATEMATIKA CERIA"
Posting Komentar