BERPIKIR SUPRARASIONAL (SAPUTRA, 2017)

“Suprarasional adalah keberanian menerima bahwa manusia tidak selalu memegang kendali.”


Di tengah budaya berpikir yang semakin teknokratis: serba hitung, serba ukur, serba logis; buku Cara Berpikir Suprarasional karya Raden Ridwan Hasan Saputra hadir sebagai tawaran jalan lain. Jalan yang tidak menafikan rasio, tetapi melampauinya. Bukan irasional, melainkan suprarasional.

Judul buku ini sejak awal sudah memancing rasa ingin tahu. Apa yang dimaksud dengan berpikir suprarasional? Apakah ia bertentangan dengan logika ilmiah? Ataukah justru menyempurnakannya?

Buku ini menjawabnya dengan pendekatan yang khas: berbasis pengalaman (based on experience), reflektif, dan sarat kisah keseharian.

Penulis tidak sedang mengajak pembaca meninggalkan akal sehat. Sebaliknya, ia menempatkan rasio sebagai fondasi awal, namun mengingatkan bahwa dalam banyak persoalan hidup; rezeki, jalan keluar masalah, keputusan penting; rasio sering kali berhenti di batas tertentu.

Di titik itulah, menurut penulis, manusia membutuhkan dimensi lain: intuisi, kepekaan batin, keyakinan spiritual, dan keterbukaan pada kemungkinan tak terduga.

Suprarasional dalam buku ini bukan konsep abstrak filosofis yang berat, melainkan cara memaknai pengalaman hidup. Bagaimana seseorang bekerja keras, berpikir logis, tetapi tetap menyadari bahwa hasil akhir kerap datang dari arah yang tidak direncanakan.

Buku ini kaya dengan kisah-kisah sederhana: tentang usaha, kegagalan, rezeki, dan kejutan hidup. Justru di situlah kekuatannya; ia terasa dekat dengan pengalaman pembaca awam, bukan hanya kalangan akademik.

Salah satu kelebihan buku ini adalah gaya bahasanya yang ringan dan komunikatif. Penulis tidak terjebak pada istilah rumit atau jargon psikologi yang berjarak. Ia memilih bahasa sehari-hari, kadang seperti sedang berbincang santai, namun tetap menyimpan kedalaman makna.

Buku ini juga tidak menggurui. Ia lebih banyak mengajak pembaca merenung: sudah sejauh mana kita menggantungkan hidup hanya pada perhitungan rasional? Pernahkah kita menutup kemungkinan datangnya solusi dari arah yang tak kita duga?

Dalam konteks masyarakat modern yang sering stres karena target, capaian, dan kompetisi, buku ini terasa seperti jeda. Mengajak pembaca menarik napas, menata ulang cara berpikir, dan berdamai dengan ketidakpastian.

Meski demikian, pembaca yang terbiasa dengan kerangka ilmiah ketat mungkin akan merindukan elaborasi konseptual yang lebih sistematis. Buku ini memang tidak dimaksudkan sebagai karya akademik, melainkan refleksi pengalaman. Karena itu, validitas argumennya lebih bersifat naratif daripada empiris.

Namun justru di situlah posisinya menjadi jelas: buku ini bukan untuk memperdebatkan teori, melainkan menyentuh kesadaran pembaca.

Cara Berpikir Suprarasional relevan dibaca oleh siapa saja yang sedang mencari makna di balik rutinitas, oleh pendidik yang ingin memahami sisi non-kognitif manusia, maupun oleh pembaca umum yang tengah berada di persimpangan hidup.

Buku ini mengingatkan satu hal penting: bahwa hidup tidak selalu linier, tidak selalu patuh pada rumus, dan tidak selalu bisa dijelaskan sepenuhnya oleh logika. Ada ruang bagi kejutan, keberkahan, dan jalan-jalan sunyi yang baru terlihat ketika manusia bersedia melampaui rasionalitas semata.[ahf]




IDENTITAS BUKU:

Judul        :Cara Berpikir Suprarasional 
Penulis        :Raden Ridwan Hasan Saputra
Terbit        : 2017
Penerbit    : Republika, Jakarta
ISBN        :978-602-0822-66-2

Posting Komentar untuk "BERPIKIR SUPRARASIONAL (SAPUTRA, 2017)"