GURU BESAR

 “Guru besar sejati adalah mereka yang menjadikan ilmu sebagai ladang amal, karya sebagai warisan, dan teladan sebagai cahaya yang tak pernah padam.”


fathani.com. –Pada Kamis, 15 Januari 2026, di Istana Kepresidenan Jakarta, presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengadakan Taklimat Presiden Republik Indonesia bersama para rektor, guru besar, dan pimpinan perguruan tinggi negeri maupun swasta dari seluruh Indonesia. Pertemuan ini dihadiri oleh sekitar 1.200 akademisi yang terdiri atas rektor, guru besar, dari berbagai universitas negeri dan swasta sebagai bagian dari dialog strategis tentang arah pendidikan tinggi nasional dan peran perguruan tinggi dalam pembangunan bangsa. 

Guru besar—gelar yang tertinggi di ranah akademik—melambangkan puncak perjalanan intelektual yang tidak hanya matang secara akademis, tetapi juga dewasa secara etis dan kontekstual. Ia bukan sekadar ahli dalam bidangnya; ia adalah individu yang paripurna urusan akademis, yang telah membuktikan kompetensi riset, kepemimpinan keilmuan, keberlanjutan karya, dan dedikasi terhadap pendidikan.

Dalam momentum pertemuan besar tersebut, pesan yang muncul dari interaksi antara kepala negara dan para akademisi mengingatkan kita pada hal yang jauh lebih dalam daripada sekadar gelar atau posisi. Ialah guru besar harus terus menjadi inspirasi untuk belajar dan berkarya—lebih dari sekadar simbol kapasitas, tetapi sebagai contoh keteladanan yang hidup.


Guru besar bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan pilar inspirasi yang menjulang tinggi—menuntun mahasiswa, dosen muda, dan seluruh sivitas akademika untuk terus maju. Di tengah tantangan global, disrupsi ilmu pengetahuan, serta kebutuhan akan sumber daya manusia berintegritas dan kompeten, guru besar memiliki tugas jamak:

Kesatu: Menjadi sumber inspirasi belajar. 

Mahasiswa dan junior akademisi melihat pada sosok guru besar sebagai teladan bagaimana ilmu dipelajari, diamalkan, dan dikembangkan. Ketika seorang guru besar terus haus akan pengetahuan, kritis terhadap wacana baru, dan rendah hati terhadap proses belajar, mahasiswa pun belajar bahwa belajar adalah perjalanan seumur hidup.

Kedua: Menjadi sumber inspirasi berkarya. 
Gelar profesor bukanlah akhir; ia adalah panggung untuk berkarya lebih luas—melahirkan penelitian yang signifikan, memberikan solusi atas persoalan nyata bangsa, dan menyumbangkan gagasan dalam forum-forum global. Guru besar yang besar karya dan gagasannya adalah guru besar yang menggerakkan perubahan.

Ketiga: Menjadi contoh dalam integritas akademik dan etika berpikir. 

Di tengah arus informasi yang cepat dan terkadang kontra-intuitif, guru besar harus tetap menjadi benteng integritas. Kualitas pendidikan tinggi di sebuah bangsa tidak hanya diukur dari kuantitas publikasi, tetapi dari kualitas pemikiran dan dampak moral yang dihasilkan.

Dalam pidato dan taklimatnya kepada para rektor dan guru besar, Presiden menegaskan posisi strategis akademisi sebagai kekuatan intelektual bangsa—sosok yang berperan penting dalam menjawab tantangan pembangunan nasional serta meningkatkan kesejahteraan umat manusia. Pesan ini menegaskan bahwa guru besar tidak boleh berdiam di menara gading; mereka harus turun ke tengah-tengah konteks sosial, ekonomi, dan budaya bangsa. 

Dalam perjalanan saya di dunia pendidikan, saya melihat bahwa guru besar yang sesungguhnya bukan mereka yang mencapai puncak teori, tetapi mereka yang mampu menjadikan prestasi besar sebagai pijakan bagi pembelajaran lain, dan karya besar sebagai inspirasi bagi karya-karya berikutnya. Guru besar yang menginspirasi adalah guru besar yang tidak berhenti bertanya, tidak puas dengan jawaban yang sudah ada, dan terus mencari makna baru.

Di masa ketika perguruan tinggi ditantang untuk mencetak lulusan yang kreatif, kritis, dan berdaya saing global, adalah tanggung jawab para guru besar untuk mengarahkan pendidikan tinggi pada spirit pembelajaran sejati—yang berakar pada nilai kemanusiaan, ketangguhan berpikir, dan keberpihakan pada kebaikan bersama.

Oleh karena itu, tugas guru besar jauh melampaui jabatan akademis: ia menjadi contoh hidup tentang apa artinya menjadi manusia yang terus belajar, terus berkarya, dan terus memberi manfaat.[ahf]


Posting Komentar untuk "GURU BESAR"